Kamis, 21 April 2016
Rabu, 06 Februari 2013
Sheilla On7 " Percayakan Padaku "
Guys ini lagu mantap banget loh, gue suka ini lagu karna liricnya hadeuuuuuhh mantapdeh pokok e :)
Saat mata terhalang oleh malam
Tidur dan berkembanglah
Saat pagi kembali menari
Datanglah dengan hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Bila kau ragu pada impianmu
Percayakan padaku
Jalan hidup yang akan engkau tempuh
Percayakan padaku
Tidur dan berkembanglah
Saat pagi kembali menari
Datanglah dengan hati
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Bila kau ragu pada impianmu
Percayakan padaku
Jalan hidup yang akan engkau tempuh
Percayakan padaku
Reff:
Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta ’tuk di sampingku
Tumbuhlah jadi pendampingku
Seiring malam yang menjemput senja
Kekasih percaya padaku
Kau nyata tercipta ’tuk di sampingku
Kau takkan pernah tahu apa yang kau miliki
Hingga nanti kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku
Kekasih oh kekasih
Lagu untukmu oh kekasih
Hingga nanti kau kehilangan
Maka jangan pernah tinggalkan aku
Kekasih oh kekasih
Lagu untukmu oh kekasih
Repeat reff
Selasa, 05 Februari 2013
Hari ini 5 February 2013
Sebelumnya gue ucapin Selamat Malem buat semuaa...
Ga tau ada angin apa, tiba-tiba gue pengen buka ini blog dan pengen nulis. Dan yang gue tulis itu apa ya ??? jadi bingung sendiri deh gue whahhaaa~~~ :D
Gini nih gue ga ada kerjaan banget deh ya, cuma nyampah nulis di blog yg ditulis ga tau apa. Gue boseeeen!!!! Liburan mono banget dirumah -__-
1 Bulan Libur itu SESUATU BANGET !!! Boseeennya Minta ampuuun, etdah tapi kalau udah kuliah malah minta libuur >.< haha aneh ya udah dikasi libur malah bilang mending kuliah aja dr pada libur .
Udah 2013 gak ada yang beda nih suasana begini aja terus nggak dirumah, kampus! Tapi gue bersyukur ttp bisa rasain tahun 2013 ini..
syudah aah, cukup sekian terimakasih " tuhkan gue gajelas bgt " Zzz!!
Ga tau ada angin apa, tiba-tiba gue pengen buka ini blog dan pengen nulis. Dan yang gue tulis itu apa ya ??? jadi bingung sendiri deh gue whahhaaa~~~ :D
Gini nih gue ga ada kerjaan banget deh ya, cuma nyampah nulis di blog yg ditulis ga tau apa. Gue boseeeen!!!! Liburan mono banget dirumah -__-
1 Bulan Libur itu SESUATU BANGET !!! Boseeennya Minta ampuuun, etdah tapi kalau udah kuliah malah minta libuur >.< haha aneh ya udah dikasi libur malah bilang mending kuliah aja dr pada libur .
Udah 2013 gak ada yang beda nih suasana begini aja terus nggak dirumah, kampus! Tapi gue bersyukur ttp bisa rasain tahun 2013 ini..
syudah aah, cukup sekian terimakasih " tuhkan gue gajelas bgt " Zzz!!
Senin, 17 Desember 2012
Evaluasi Penggunaan Media Pembelajaran
PEMBAHASAN
A.
EVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN
Secara
terminologi evaluasi pendidikan adalah proses kegiatan untuk menentukan
kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan dan usaha
untuk mencari umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan.
Apapun juga
media yang anda buat , apakah kaset, audio film, bingkai, video, ataupun
gambar, perlu dinilai terlebih dahulu sebelum dipakai secara luas. Evaluasi
media pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk mengetahui apakah
media yang digunakan dalam proses belajar- mengajar tersebut dapat mencapai
tujuan yang telah ditetapkan atau tidak.
Mengevaluasi penggunaan media berarti mengkonfrontortir kembali antara fungsi
dan prinsip dengan hasil yang dicapai dalam pembelajaran.
Adapun tujuan
dari evaluasi media pembelajaran itu sendiri adalah:
o
Menentukan
apakah media pembelajaran itu efektif
o
Menentukan
apakah media pembelajaran itu dapat diperbaiki atau ditingkatkan
o
Menetapkan
apakah media itu cost-efektif dilihat dari hasil belajar siswa
o
Memilih
media pembelaran yang sesuai untuk dipergunakan dalam proses belajar didalam
kelas
o
Menentukan
apakah isi pelajaran sudah tepat disajikan dengan media itu
o
Menilai
kemampuan guru menggunakan media pembelajaran
o
Mengetahui
apakah media pembelajaran itu benar-benar memberi sumbangan terhadap hasil
belajar seperti yang dinyatakan
o
Mengetahui
sikap siswa terhadap media pembelajaran.
Dalam
melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran, aspek psikologis perlu
dipertibangkan. Sebab aspek psikologis inilah yang membuat orang memiliki gaya
belajar berbeda. Menurut Michael Gardner (dalam Syukur, 2005: 22) ada tiga gaya
belajar yang dimiliki manusia yakni: gaya belajar visual (belajar dengan
cara melihat), gaya belajar audiotorial (belajar dengan cara mendengar)
dan gaya belajar kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan
menyentuh).
Dengan
demikian, untuk melakukan evaluasi terhadap media pembelajaran, hal-hal
tersebut turut dipertimbangkan. Dibawah ini disebutkan beberapa rambu-rambu
yang perlu diperhatikan apabila orang melakukan evaluasi terhadap media
pembelajaran.
1)
relevan dengan tujuan pendidikan atau pembelajaran
2)
persesuain dengan waktu, tempat, alat-alat yang tersedia, dan tugas pendidik,
3)
persesuaian dengan jenis kegiatan yang tercakup dalam pendidikan,
4)
menarik perhatian peserta didik, maksudnya harus dapat dipahami oleh peserta
didik,
6)
sesuai dengan kecakapan dan pribadi pendidik yang bersangkutan.
7)
kesesuaian dengan pengalaman atau tingkat belajar yang dirumuskan dalam syllabus
8)
keaktualan (tidak ketinggalan zaman),
9)
cakupan isi materi atau pesan yang ingin disampaikan
10)
skala dan ukuran
11)
bebas dari bias ras, suku, gender, dll
Secara
singkat, Walker dan Hess (dalam Arsyad, 2007: 175-176) menyebutkan tiga
kriteria utama dalam mereviu media pembelajaran (perangkat lunak) yakni
kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis. Kualitas
isi dan tujuan berkaitan dengan ketepatan, kepentingan, kelengkapan,
keseimbangan, minat/perhatian, keadilan, kesesuaian dengan situasi siswa;
Kualitas instruksional berkaitan dengan pemberian kesempatan belajar dan dan
bantuan belajar kepada siswa, kualitas memotivasi, fleksibilitas instruksional,
hubungan dengan program pembelajaran lainnya, kualitas sosial interaksi
instruksional, kualitas tes dan penilaian, dapat memberi dampak kepada siswa,
dapat memberi dampak bagi guru dan pembelajarannya; dan kualitas teknis
berkaitan dengan keterbacaan, mudah digunakan, kualitas tampilan/tayangan,
kualitas penanganan jawaban, kualitas pengelolaan program dan kualitas
pendokumentasian.
-->
B.
CARA
DAN PROSEDUR MENGEVALUASI MEDIA PEMBELAJARAN
Ada 2 macam
penilaian yang dapat digunakan dalam mengevaluasi media pembelajaran, yaitu;
evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
a. Evaluasi Formatif
Evaluasi
formatif adalah suatu proses yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data
tentang efektifitas dan efisiensi penggunaan media yang
digunakan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Data-data tersebut
dimaksudkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan media yang bersangkutan agar
lebih efektif dan efisien.
b. Evaluasi sumatif
Sedangkan
evaluasi sumatif adalah kelanjutan drai evaluasi formatif yaitu; media yang
telah diperbaiki dan disempurnakan , kemdian diteliti kembali apakah media
tersebut layak digunakan atau tidak dalam situasi-situasi tertentu.
Evaluasi semacam inilah yang dinamakan dengan evaluasi sumatif.
Kegiatan
evaluasi dalam program pengembangan media pendidikan disini akan
dititikberatkan pada kegiatan evaluasi formatif.
TAHAP EVALUASI
Ada tiga
tahapan evaluasi formatif yaitu; evaluasi satu lawan satu(one to one), evaluasi
kelompk kecil (Small group evaluation), dan evaluasi lapangan ( field
evaluation). Untuk lebih jelasny akan dijelaskan satu per satu pada pembahasan
selanjunya.
a)
Evaluasi
Satu Lawan Satu ( one to one)
Pada tahapan
ini , dipilih 2 orang atau lebih yang dapat mewakili populasi target media yang
dibuat media yang disajikan kepada siswa secara individual. Kedua orang yang
dipilih tersebut satu diantranya adalah mempunyai kemampuan dibawah rata-rata,
dan yang satunya lagi diatas rata-rata.
Prosedur
pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1)
Jelaskan kepada siswa bahwa anda sedang merancang suatu media baru dan anda
iongin mengetahui bagaimana reaksi mereka terhadap mereka terhadap media yang
anada buat tersebut
2)
Katakan kepada siswa bahwa akan terjadi kesalahan penggunaan media tersebut,
bukanlah karena kekurangan siswa tetapi karena kelemahan media tersebut yang
perlu diperbaiki dan disempurnakan.
3)
Usahakan agar siswa berbuat santaidan bebas dalam mengemukakan pendapat mereka
mengenai media yang ditampilkan tersebut.
4)
Lakukan tes awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengetahuan siswa
terhadap penggunaan media tersebut.
5)
Catat lamnya waktu yang digunakan dalam penyajian media tersebut dan catat pula
reaksi siswa terhadap penampilan media tersebut .
6)
Berikan tes yang mengukur keberhasilan penggunaan media tersebut.
7)
Lakukan analisis terhadap informasi yang dikumpul.
Setelah
prosedur diatas dilakukan, maka akan diperoleh beberapa informasi
seperti, kesalahan pemilihan kata atau uraian yang kurang jelas , kesalah
memilih lambang-lambang visual, contoh yang kurang, terlalu bnyak atau sedikit
materi, urutan penyajian ynag keliru, pertanyaan atau peyunjuk yang kurang
jelas, tujuaan yang tidak sesuai dengan materi, dan sebagainya.
Atas dasar data
atau informasi dari kegiatan- kegiatan tersebut, akhirnya revisi dilakukan
sebelum media dicobakan ke kelompok kecil.
b)
Evaluasi
Kelompok Kecil (small Group Evaluation)
Pada tahap ini
perlu dicobakan kepada 10-20 orang siswa yang dapat mewakili populasi target.
Siswa yang dipilih tersebut hendaknya dapat mewakili populasi . usahakan siswa
yang dipilh tersebut terdiri dari siswa yang kurang pandai, sedang, dan pandai,
laki-laki dan perempuan yang terdiri dari berbagi latar belakang pendidikan
sosial orang tua, dan sebgainya.
Untuk itu
beberapa prosedur yang perlu ditempuh adalah:
1) Jelaskan
bahwa media tersebut berada apada tahap formatif dan memerlukan umpan balik
untuk penyempurnaannya.
2) Berikan
tes awal (pretest) untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan tentang topic yang
dimediakan.
3) Tugaskan
kepada siswa untuk mempelajari media tersebut.
4) Catat
waktu dan umpan balik selama penyejoian media.
5) Berikan
tes untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang ditetapkan dapat tercapai ( postes)
6) Bagika
angket kepada siswa untuk mengetahui menarik tidaknya media yang digunakan,
mengerti tidaknya siswa terhadap pesan yang disampaikan oleh media
tersebut, konsistensi tujuan dan materi , dan cukup tidaknya latihan yang
dilakukan
7) Analisis
data-data yang terkumpul.
Atas dasar
umpan balik inilah media disempurnakan.
c)
Evaluasi
Lapangan (Field Evaluation)
Berikutnya
evaluasi lapangan ( field evaluation) merupakan tahap akhir dari evaluasi
formatif. Untuk itu diusahakan situasi yang mirip dengan situasi yang
sebenarnya. Dalam pelaksannannya dipilih 30 orang siswa dengan berbagi
karakteristik yang meliputi tingkat kepandaian kelas , latar belakang, jenis kelamin, usia, kemajuan belajar, dan
sebagainya. Usahakan agar hindari dari pengaruh efek hallo (efek hallo).
Ada beberapa prosedur yang harus
dilaukan dalam pelaksanaannya, sebagi berikut:
1. Pilih 30
orang siswa yang betul-betul mewakili populasi.
2. Jelaskan
kepada siswa maksud uji coba lapangan dan hasil akhir yang diharpkan.
Usahkan siswa bersifat relaks/santai dan berani mengeluarkan pendapat atau
penilaian. Ingatkan kepada mereka bahwa uji coba bukan menguji kemampuan
mereka.
3. Berikan
tes awal untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan mereka mengenai topic yang
menggunakan media tersebut.
4.
Sajikan media yang sesuai rencana perbuatnnya.
5. Catat
semua respon yang muncul dan waktu yang diperlukan dari siswa selama penyajian
6. Lakukan
postes untuk mengukur penvcapaian hasil belajar setelah penyajian media
tersebut. Hasil tes akhir dibandingkan dengan hasil tes awal yang digunakan
untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi media yang dibuat tersebut.
7. Edrakan
tes skala sikap kepad siswa yang dipilh tersebut untuk mengetahui sikap
mereka terhadap media yang digunakan.
8. Ringkas
dan anlisislah data-dat yang diperoleh melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan
, terutama mengenai kemampuan awal pretes , skor tes awal, dan tes akhir, waktu
yang diperlukan, perbaikan dari bagian-bagian yang sulit , pengajran
serta kecepatan sajoian dan sebagainya.
Atas dasar
inilah media diperbaiki dan semakin disempurnakan.
Demikian lah
dengan ketiga tahap evaluasi tersebut dapatlah dipastikan kebenaran efektifitas
dan efisiensi media yang dikembangkan.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Sebuah
media yang telah dirancang perlu dilakukan evaluasi seperlunya, termasuk media
yang dirancang oleh seorang ahli designer. Sebab sebuah media yang dihasilkan
oleh seorang ahli dalam bidang media tidak secara otomatis bersifat efektif dan
efisien untuk menyampaikan pesan kepada pemakai media (siswa). Kehebatan
seorang perancang media tidak hanya terletak pada kemahirannya merancang sebuah
mediaa tetapi juga keuletannya melewati tahap-tahap atau proses evaluasi. Dan
dalam melewati proses/tahap-tahap evaluasi tersebut seorang perancang media
niscaya berhubungan dengan orang lain, baik secara pribadi (siswa/ahli lain)
maupun kelompok (kecil dan besar).
Melalui
proses
itulah sebuah media layak digunakan/dipakai kendatipun dalam kurun
waktu
tertentu, media tersebut masih bisa dievalusi kembali, hal itu
tergantung kepakarakteristik dan latar belakang para pengguna media
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
·
Arsyad, Azhar 2007. Media
Pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
·
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 1990.
Media Pengajaran. Bandung : CV Sinar Baru
·
Usman, M Basyiruddin dan Asnawir.
2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Ciputat Pers
Selasa, 11 Desember 2012
7 Cara Menghilangkan Stres
TEMPO.CO, Jakarta - Saat kembali dari liburan
atau cuti panjang, Anda akan merasakan ketegangan di kantor sudah terasa sejak
Anda menginjakkan kaki di pesawat. Orang-orang sibuk berlari menuju arah tujuan
dan berebut masuk ke dalam kendaraan. Bahkan mungkin Anda akan mendengar
percakapan, "Hari Senin kita ada rapat jam 9!"
Tidak perlu panik, karena bukan Anda sendiri yang mengalami hal itu. Saat ini memang kita hidup dalam lingkungan yang penuh tekanan.Learnvest memberikan beberapa cara untuk menghilangkan stres :
1. Meditasi dan Refleksi
Ambil nafas panjang, cobalah yoga pranayama, seperti yang bisa diajarkan di India. Atau zazen, jenis meditasi yang bisa dilakukan di Cina dan Jepang. Lalu bagaimana memulainya? Anda bisa mulai mencari pusat yoga yang ada kelas akhir pekannya atau kelas reguler. Atau Anda juga bisa mengunduh aplikasi yoga yang ada di internet untuk kemudian belajar sendiri di rumah.
2. Bangkit dan Menarilah
Kadang, cara terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah dengan bangkit dan bergerak. Mungkin saat liburan kemarin Anda sempat mengunjungi klub malam, maka saatnya Anda melakukan itu di rumah dan mengingat hal yang menarik dari pesta itu. Ada banyak tarian yang bisa Anda ingat dan ikuti. Apa pun gerakan yang Anda pilih, tarian bisa menjadi cara terbaik untuk melepaskan semua, dan tentu saja baik untuk kesehatan dan kebugaran.
3. Mendengarkan Musik
Di negara Afrika penduduknya senang membunyikan berbagai alat musik jika merayakan sesuatu. Musik memainkan peranan penting dalam sebuah lingkungan sosal, tidak hanya di Afrika tapi juga di berbagai belahan dunia lain. Cerita tentang musik bukan hanya masalah keahlian, tapi bagiamana mereka bisa nyaman memainkan dan mendengarkannya. Cobalah mendengarkan musik dari beberapa negara yang berbeda dengan jenis musik kesukaan Anda, buka pikiran dan nikmati musiknya.
4. Mencium Bunga
Jika Anda merasa tertekan, cobalah untuk membayangkan wangi bunga yang menjadi ciri khas suatu daerah. Jika Anda tidak dapat mencium langsung di tempat asalnya, maka sedikit aromaterapi bisa membantu. Pilihlah peralatan aromaterapi dari toko kecantikan, atau gunakan lampu baca yang nyaman untuk menghidupkan kantor atau rumah Anda. Sebagai contoh, aroma Lavender sangat menenangkan, melati membangkitkan semangat, peppermint bisa menstimulasi perasaan dan aroma mawat merupakan antidepresan.
5. Mencoba Berbagai Macam Bumbu
Memasak ternyata merupakan cara untuk mengubah perasaan tertekan menjadi tenang. Mencium aroma bumbu yang berbeda dari biasanya, bisa membawa Anda kembali ke tempat lain. Atau membakar kue. Ada alasan tersendiri makanan bisa menenangkan, dan menghabiskan beberapa saat di dapur, mencoba resep baru, bisa membantu pikiran Anda berkonsentrasi.
6. Kegiatan luar
Kembali ke alam, berteman dengan tumbuhan. Mungkin kedengarannya menggelikan, tapi itulah cara kita kembali menghargai alam. Kegiatan berkebun membuat kita melupakan segala bentuk tekanan yang akan atau sudah kita hadapi. Tanami halaman atau lingkungan Anda dengan tanaman seperti herbal, bunga-bunga eksotik, dan bentuk komunitas cinta lingkungan.
7. Biarkan Waktu Berjalan
Ketika melakukan perjalanan, kita mungkin menikmatinya hanya dengan duduk di pantai atau mengobrol dengan teman sambil makan tanpa memikirkan dunia lain. Kadang kita tidak sadar betapa berharganya kehidupan tanpa rencana seperti itu. Di dalam dunia, di mana kita selalu sibuk, akan sangat berarti jika kita mampu meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan, dan bukan hal-hal yang harus kita lakukan. Saat Anda merasa tertekan, berikan waktu pada diri sendiri, lakukan jeda dan relaksasi, sambil berpikir bagaimana melewati semuanya.
Senin, 10 Desember 2012
Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan mengacu pada bagaimana seorang
tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang perjalanan hidupnya. Orang tumbuh,
beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian,
perkembangan sosioemosional (sosial dan emosi), perkembangan kognitif
(berpikir), dan perkembangan manusia menurut teori Piaget (kognitif dan moral)
serta teori perkembangan kognitif menurut Lev Vygotsky. Setidaknya ada lima
faktor yang dapat memengaruhi kinerja peserta didik kita, yaitu lingkungan
keluarga, atmosfer persekawanan, sumber daya sekolah, kecerdasan yang berasal
dari dalam diri sendiri, dan aksesibilitas pencapaian informasi.
Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam
proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka
memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuan
fitrahnya.
Didalam pandangan yang lebih modern anak didik
tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga
mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan
cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar
mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai
orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan
pengarahan.Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara
kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kpdrati ini dapat
dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam
kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika
diamati lebih jauh sebenarnya.
mengandung
aspek-aspek kepentingan, antara lain :
1.Aspek Paedogogis.
Dalam aspek
ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang
memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai
animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya
tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia
dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang
diciptakan.
2.Aspek Sosiologi dan Kultural.
Menurut ahli
sosiologi, pada perinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak
dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat.
3.Aspek Tauhid.
Aspek tauhid
ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang
berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya
adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama).
Sedangkan Karateristik peserta didik meliputi perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan perkembangan intelektual/mental. Perkembangan intelektual peserta didik melalui empat tahap yaitu sensorimotor, praoperasi, operasi konkrit, dan operasi formal.
Perkembangan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam. Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan peserta didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena adanya bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik. Bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik sangat dipengaruhi oleh pandangan pendidik itu sendiri terhadap peserta didik. Dalam hal ini anak ( peserta didik ) merupakan sarana dalam proses pendidikan.
Pertumbuhan dan perkembangannya yang dialami oleh peserta didik sangat dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor pembawaan ( warisan ), faktor lingkungan dan faktor kematangan ( internal ). Dalam proses perkembangan seseorang, ada beberapa aliran yang menjelaskan tentang teori perkembangan, antara lain :
Aliran Nativisme.Dalam aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa ( Arthur Sckonenhauer : 1788 – 1860 ). Faktor pembawaan ini bersifat kodrati dari lahir dan tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar. Faktor inilah yang akan membentuk kepribadian manusia.2. Aliran Empirisme Pada aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu semata-mata tergantung pada lingkngan dengan pengalaman pendidikannya ( John Locke ). 3. Aliran KonvergensiAliran ini adalah gabungan antara aliran empirisme dengan aliran nativisme.
Sedangkan Karateristik peserta didik meliputi perkembangan fisik, perkembangan sosioemosional, dan perkembangan intelektual/mental. Perkembangan intelektual peserta didik melalui empat tahap yaitu sensorimotor, praoperasi, operasi konkrit, dan operasi formal.
Perkembangan Peserta Didik Dalam Pendidikan Islam. Peserta didik adalah setiap manusia yang sepanjang hidupnya selalu dalam perkembangan. Kaitannya dengan pendidikan adalah bahwa perkembangan peserta didik itu selalu menuju kedewasaan dimana semuanya itu terjadi karena adanya bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik. Bantuan dan bimbingan yang diberikan oleh pendidik sangat dipengaruhi oleh pandangan pendidik itu sendiri terhadap peserta didik. Dalam hal ini anak ( peserta didik ) merupakan sarana dalam proses pendidikan.
Pertumbuhan dan perkembangannya yang dialami oleh peserta didik sangat dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu faktor pembawaan ( warisan ), faktor lingkungan dan faktor kematangan ( internal ). Dalam proses perkembangan seseorang, ada beberapa aliran yang menjelaskan tentang teori perkembangan, antara lain :
Aliran Nativisme.Dalam aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu ditentukan oleh pembawaannya, sedangkan pengalaman dan pendidikan tidak berpengaruh apa-apa ( Arthur Sckonenhauer : 1788 – 1860 ). Faktor pembawaan ini bersifat kodrati dari lahir dan tidak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar. Faktor inilah yang akan membentuk kepribadian manusia.2. Aliran Empirisme Pada aliran ini dijelaskan bahwa perkembangan manusia itu semata-mata tergantung pada lingkngan dengan pengalaman pendidikannya ( John Locke ). 3. Aliran KonvergensiAliran ini adalah gabungan antara aliran empirisme dengan aliran nativisme.
Psikologi Anak
Pengaruh
Psikologi Anak
Orang
tua sebagai pemberi pengaruh terbesar psikologi anak juga harus banyak
belajar bagaimna menjadi orang tua yang selalu di inginan kehadirannya. Banyak
sekali jika kita melihat anak yang begitu enggan berbicara dengan orang tua
atau bercengkrama dengan orang tua karena psikologi anak tersebut mengalami
keterbelakangan yang dalam artian si anak ketakutan terhdap tuntutan-tuntutan
yang di berikan oleh orang tua.
Sebenarnya
orang tua tidak boleh melakukan penunututan yang berlebihan sehingga membuat si
anak menjadi ketakutan dan akhirnya justru menjaga jarak dengan orang tua.
Mulai tidak jujur, tidak komunikatif lebih senang menyendiri dan autis.
Permasalah psikologi anak sudah ada sejak lama, namun karena orang tua
Indonesia kita tahu sendiri angka pendidikan yang mencapai perguruan tinggi
sangat minim, sebenarnya bagi orang tua yang putus sekolah dan tidak tahu cara
membangun karakter atau psikologi anak seharusnya bisa mencari informasi
melalui buku dan internet.
Perkembangan
jaman semakin modern tidak ada alasan untuk orang tidak mengetahui sesuatu yang
belum diketahuinya. Karena jendela ilmu yang saat ini sangat terbuka
memungkinkan orang memiliki hal atau kemampuan yang sama dalam melakukan
sesuatu. Ternyata yang belajar bukan hanya anak, anda sebagai orang tua pun di
tuntut untuk mendidik anak, karena dalam silsilah anda
tetap generasi yang pertama memiliki anak dari diri anda sendiri. Pengetahuan
tentang psikologi anak tidak hanya untuk ibu sang ayahpun haru tahu bagaimana
membangun psikologi anak yang baik.
Langganan:
Postingan (Atom)